jump to navigation

Mantan Kepala Kementrian Agama Kab Bogor segera diperiksa dalam kasus dugaan korupsi BOS. November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Penyelidikan kasus korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah – di Kementrian Agama Kabupaten Bogor terus dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan menyebutkan pihaknya telah memeriksa 23 orang saksi dari Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan Kepala Pondok Pesantren dalam kasus dugaan korupsi di Kemenag Kabupaten Bogor. Sederetan nama mantan pejabat Kemenag juga bakal dipanggil untuk dimintai keterangannya, termasuk sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Kanwil Depag Jawa Barat.
“Kami sudah jadwalkan pemanggilan untuk  diperiksa sebagai saksi semua pejabat dan mantan pejabat yang terkait dalam aliran dana itu,” ujar Imron di Mapolres Bogor Selasa (8/11).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, dengan diagendakannya pemanggilan terhadap sederetan mantan pejabat itu, pihaknya memrediksi akan menyelesaikan pemeriksaan paling cepat 2 pekan ke depan. Sedangkan mengenai tersangka dirinya masih enggan berkomentar karena masih mendalami perkara ini.

“ Soal siapa tersangkanya, saya belum mau bicara. Nanti saja kalau statusnya sudah jadi tersangka,” katanya.

Kemudian Saat ditanya soal adanya keterkaitan antar oknum, sehingga membentuk jaringan koruptor yang bernaung di bawah Kemenag Kabupaten Bogor, dirinya pun enggan menjawabnya.

Kasus itu bermula dari dugaan penyelewengan dengan modus data siswa fiktif pada salahsatu madrasah di kawasan Cijeruk itu hingga kini terus diperdalam.

Dana BOS senilai 500 juta itu mengalir di Kemenag Kabupaten Bogor sejak 2006 hingga 2010 tersebut terungkap, setelah ada audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah.

6 bayi lahir tepat tanggal 11.11.11 Cibinong di Kabupaten Bogor. November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Momen tanggal 11.11.11 benar – benar digunakan sebagian warga Kabupaten Bogor untuk mengabadikan peristiwa penting dalam kehidupan. Seperti melahirkan anak, ada beberapa orang tua yang melahirkan pada tanggal itu.

Berdasarkan catatan ada sedikitnya 6 bayi lahir di Kabupaten Bogor, bahkan seorang bayi pasangan Ni Ketut Mafianti 35, dan Karna 38, warga Griya Cibinong Indah Kadang Roda, Cibinong, Bogor yang lahir di RS Sentra Medika.

Ayah bayi Karna mengaku tidak menyangka sang buah hati terlahir pada tanggal yang hanya berulang 1000 tahun sekali. Ia baru diberi tahu Dokter bahwa anak ketiganya hadir di dunia pada satu hari sebelum kelahiran. Sehingga ini benar – benar berkah illahi.

” Wah saya ga nyangka bisa mendapat anak di tanggal dan waktu yang bagus, jadi ini benar – benar berkah Illahi” Ujarnya.

Lebih lanjut Karna belum menyiapkan nama untuk buah hati, termasuk apakah akan memasukan momen itu ke dalam rangkaian nama, karena fokus saat ini menanti pemulihan istri dan anak.

” Untuk nama belum kepikiran tuh, yang penting istri dan anak saya sehat ajah dulu” Tegasnya.

Sementara itu Bidan RS Sentra Medika, Yuni menjelaskan kondisi istri dan anak saat ini dalam keadaan sehat. Sang bayi lahir melalui operasi Cesar, dengan bobot 3200 Gram dan panjang 50 Cm.

Untuk beberapa hari kedepan ibu dan anak masih akan mendapat perawatan di ruang rawat inap RS Sentra Medika.

Pasangan mempelai Pengantin di Bogor abadikan momen 11.11.11 dalam mas kawin. November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Banyak hal yang dimanfaatkan warga dalam momen tanggal 11.11.11 untuk melangsungkan peristiwa penting dalam hidup. Salah satunya menggelar pernikahan, bahkan mereka memilih ber ijab kabul pada pukul 11.11 WIB.

Salah satunya pasangan Ichsan dan Dian Nurhayati warga Jl Albaliyah Kebon Kopi Rt 06/10 kel pabuaran Cibinong, yang melangsungkan ikrar sehidup semati di tanggal yang hanya berulang 1000 tahun sekali. Tidak hanya itu pasangan berbahagia itu pun mengabadikan dengan mahar mas kawin yang cocok dengan tanggal pernikahan  yaitu 11 dolar, 11 Real, 2000 won, 11 Ringgit.

Mempelai Pria Ichsan mengaku memang telah mempersiapkan tanggal itu untuk berijab kabul, karena pada tanggal itu mempunyai keunikan semua angkanya satu, yang diartikan sebagai keutuhan atau kesatuan, sehingga pernikahan ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kali.
” Angka itu akan angka satu semua, jadi itu menyimbolkan kita akan selalu bersatu sampai kakek – nenek” Ujarnya

Sedangkan mas kawin juga di rancang sesuai dengan tanggal pernikahan, dan mempunyai arti sebagai kesejahteraan karena yang diambil merupakan mata uang asing.

” Mas kawin kita pas kan dengan tanggal perkawinan” tegasnya.

Sementara itu secara keseluruhan di Kabupaten Bogor berdasarkan data Kementrian Agama setempat terdapat 366 pasangan pengantin yang melangsungkan akad nikah di tanggal nan unik itu.

Pemda Kabupaten Bogor janji naikan UMK buruh. November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Pembahasan menentukan Upah Minimum Kabupaten Bogor berlangsung alot antara Pemerintah dan Buruh. Sejak pagi 10/11 ribuan buruh dari 14 Serikat Pekerja sudah melakukan pertemuan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman dan Sekda Nurhayanti.

Dalam pertemuan itu muncul perdebatan pada komponen UMK, yaitu Kebutuhan Hidup Layak – KHL terutama pada penetapan harga sewa kamar, Angka harga sewa kamar dari pengusaha sebesar 254 ribu, sedangkan usulan pekerja 323.438, sehingga pemerintah nilai tengah sebesar 289ribu.

Sedangkan untuk komponen harga pasar telah disepakati dilakukan survei di 4 pasar meliputi Cisarua, Cileungsi, Cibinong dan Leuwiliang. Sebagai acuan pembentuk UMK.

Dari seluruh komponen itu maka usulan UMK dari Buruh sebesar 1,340,000 atau naik 11 % dari UMK tahun lalu sebesar 1.172.000, Namun usulan itu pun juga dirasakan belum mencapai titik temu dari pihak perusahaan, sehingga pemerintah mengajukan angka 1,269 juta atau kenaikan KHL 8,3%.

Menurut Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman, pemda akan selalu berpihak pada kepentingan kaum buruh, sebab mereka mempunyai peran penting dalam mengembangkan perekonomian daerah.

Saat ini dengan jumlah total penduduk Kabupaten Bogor sebesar 4.7 juta jiwa masih 1,4 juta jiwa, sehingga bila Pemda tidak berpihak kepada buruh maka, bila terjadi PHK bisa menambah penduduk miskin.

” Pemda harus mendukung buruh, karena jika sampai mereka mengganggur maka akan menambah jumlah penduduk miskin.” Tegasnya.

Sementara itu Ketua SPN Kabupaten Bogor Nadi Harza menjelaskan buruh tetap bertahan pada angka 1.340.000 karena itu sudah menjadi tuntutan mendasar.
” Kami tidak menerima usulan pemerintah karena tuntutan kami sudah mutlak di angka 1.340.000″ Ungkapnya

Bila tuntutan itu tidak terpenuhi maka buruh akan menempuh dua jalur, hukum dan gerakan massa.
Jalur hukum seperti mempersiapkan gugatan ke Pengadilan, dan kembali menurunkan buruh untuk berdemo untuk memberikan dukungan.

Ribuan buruh se Kabupaten Bogor kepung Kantor Bupati November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Perjalanan pembahasan penentuan Upah Minimum Kabupaten Bogor masih berjalan alot, sebab Dewan Pengupahan Kabupaten masih belum mengajukan rekomendasi UMK ke tingkat Jawa Barat.

Kondisi itu tentu saja memaksa buruh melakukan aksi demo, seperti yang terlihat 2 hari belakangan ini, dimana ratusan buruh mengepung Kantor Bupati Bogor.

Ketua SPN Kabupaten Bogor Nadi Harja disela – sela persiapan demo di Cibinong mengatakan sebagai puncak demo pihaknya siap menurunkan 2 sampai 3 ribu massa yang akan menyalurkan aspirasi ke kantor pemkab Bogor. Mereka akan dimobilisasi massa dari pabrik – pabrik anggota SPN menggunakan sepeda motor dan angkot.

Ribuan buruh itu akan memberikan dukungan agar Pemkab Bogor bisa memenuhi tuntutan menaikan UMK sesuai Kebutuhan Hidup Layak – KLH 100% dari upah 1.1 Juta menjadi 1.340.000 rupiah. Angka itu didasari survey sewa rumah dibeberapa daerah yang sudah mencapai 350 ribu per bulan dan makan minum pekerja sebesar 50 ribu per hari.

” Kita akan kepung kantor Bupati Bogor, agar pemkab mau menyetujui kenaikan UMK Kabupaten Bogor” Tegasnya

Menurut Nadi Harja jika mengikuti angka itu maka seharusnya UMK mencapai 2 juta, tetapi mengingat susahnya terelisasi maka pihaknya meminta UMK 1.340.000 sebab didaerah Depok saja sudah sebesar 1.4 Juta, sehingga sebagai daerah berbatasan DKI Jakarta maka Bogor sudah sepantasnya di nilai itu.

Sementara itu Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Janner Siamnjuntak menjelaskan seluruh usulan itu akan ditampung dalam rapat Dewan Pengupahan Kabupaten yang didalamnya terdapat unsur pengusaha,buruh dan pemerintah daerah

Buruh Kabupaten Bogor ancam Mogok Kerja. November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Janji mengepung Kantor Bupati Bogor terbukti dilakukan Buruh, sebab sejak pagi ribuan buruh dari SPN, dan berbagai lembaga pekerja sudah menduduki kantor Bupati Bogor di Cibinong, mereka datang dengan menggunakan sepeda motor dan angkot, yang memulai konvoi dari Kantor SPN di Jalan Raya Mayor Oking Cibinong, Bogor.

Dalam aksi itu mereka menyuarakan tuntutan agar Pemkab Bogor menyetujui kenaikan Upah Minimum Kabupaten Bogor dari 1,1 Juta menjadi 1,3 Juta, sesuai dasar Kebutuhan Hidup Layak KHL.

Salah seorang Buruh Iskandar mengatakan kenaikan itu bersifat mutlak karena saat ini kehidupan buruh sudah jauh dari sejahtera.
Bila UMK itu tidak terpenuhi maka seluruh buruh siap melakukan mogok kerja.

” Kita tidak mau tau, pokoknya harus ada kenaikan UMK, bila tidak buruh akan mogok.” Tegasnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan. Buruh masih melakukan mediasi dengan unsur Pemkab Bogor dan Pengusaha dan pekerja, yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman.

Ratusan pasang calon pengantin di Kabupaten Bogor mengambil hari pernikahan tanggal 11.11.11 November 12, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Tanggal 11 Bulan 11 Tahun 2011 benar – benar digunakan pasangan calon pengantin untuk mengikat janji sebagai suami istri. Berdasarkan catatan Kementrian Agama Kabupaten Bogor pada tanggal itu ada 366 pasangan mempelai yang akan melangsungkan akad nikah, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Cibinong 52 pasangan dan Bojong Gede 30 Pasangan serta Citeureup 29 pasangan.

Kepala KUA Cibinong Asep Sanusi menjelaskan pada tanggal itu memang ada kesibukan menikahkan masyarakat, sebab seluruh penghulu di Kecamatan yang berjumlah 5 orang telah dibagi tugas untuk mengawini pembagian sejak pagi sampai malam hari. Nantinya masing – masing penghulu rata – rata akan menikahkan 10 pasangan yang disesuaikan dengan zona kelurahan di Kecamatan Cibinong.

” Sejak pagi seluruh penghulu sudah melayani warga yang akan menikah, sebab satu penghulu akan melayani 10 pasangan” jelasnya

Lebih lanjut Asep Sanusi menjelaskan sejak jauh hari sudah ada calon pengantin yang mendaftarkan diri untuk menikah ditanggal tersebut. Sehingga pihaknya mengakui kesulitan mengatur jadwal akad nikah karena banyak yang meminta dilaksanakan pada pukul 11 siang.
” Kita sempat kesulitan karena banyak pasangan yang meminta dinikahkan tepat pukul 11 siang, jadi semua kita atur penjadwalannya” Ungkapnya

Disamping itu dirinya juga sudah berpesan kepada penghulu untuk menjaga stamina karena biasanya mereka paling banyak menikahkan 4-5 pasangan.

Sedangkan untuk biaya pernikahan sudah diatur dalam PP No 51 2000 yakni sebesar 30.000 rupiah.

Nama Kasat Reskrim Polres Bogor dicatut dalam kasus dugaan korupsi Kemenag Bogor. Oktober 28, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Seseorang diduga mengambil kesempatan dalam kesempitan, dalam kasus penyelewengan dana BOS Kementrian Agama Kabupaten Bogor sebesar 500 Juta Rupiah.

Hal itu terungkap saat seseorang yang akan diperiksa Sat Reskrim Polres Bogor menyatakan telah mengirim uang melalui seseorang yang mengaku kenali dengan Kasat Reskrim dan bisa mengupayakan agar perkara itu tidak dilanjut.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan itu, namun uang itu tidak diterima, sehingga diyakini itu hanya modus penipuan dengan mencatut namanya.

Dijelaskannya, cara yang dilakukan dengan menghubungi korban, kemudian diperintahkan untuk mentransfer sejumlah uang yang diminta sebesar 80 juta rupiah ke rekening pelaku.
” Ada orang yang mencatut nama saya, dengan meminta uang kepada saksi terperiksa dengan janji kasusnya tidak akan dilanjutkan, tetapi itu semua hanya penipuan.” Ungkapnya.

Selanjutnya polisi langsung melakukan pengejaran sekaligus pemblokiran rekening pelaku agar tidak bisa dicairkan. Namun untuk data pelaku dan korban masih belum bisa disebutkan karena masih dalam tahap penyelidikan.

Sehingga disarankan kepada korban agar melaporkan penipuan itu kepada polisi untuk dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Dengan kejadian itu Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan menghimbau kepada semua saksi yang sedang menjalani pemeriksaan jangan percaya terhadap seseorang yang mengaku bisa mengurus perkara karena seluruh Sat Reskrim tidak akan menerima uang suap dari orang yang berkara.
” Orang yang sedang berperkara jangan percaya ada orang yang bisa mengupayakan kasusnya selesai” Tegasnya.

Jika ada bukti bahwa jajaran Satuan Reskrim yang menerima suap atau imbalan, warga bisa melaporkan ke Propam Polres Bogor atau Polda Jawa Barat agar bisa diusut lebih lanjut.

Kembali Staff Kemenag di periksa Sat Reskrim Polres Bogor terkait dugaan korupsi dana Bos. Oktober 28, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dana Bos di Kementrian Agama Kabupaten Bogor sebesar 500 Juta Rupiah.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan menjelaskan hingga saat ini sudah 3 saksi yang dimintai keterangan, untuk mengungkap dugaan korupsi di Madrasah Salafiah Pondok Pesantren At Taqwa Cijeruk Kabupaten Bogor.

Saksi itu ditanyai soal mekanisme pencairan dana Bos dari pusat sampai ke Pondok Pesantren, dugaan sementara modus yang gunakan dengan memanipulasi data sekolah madrasah palsu hingga terjadi indikasi penyelewengan dari tahun 2006 sampai 2010.

Menurut AKP Imron Ermawan pihaknya masih menyidikan saksi dari level bawah, selanjutnya tidak menutup kemungkinan akan memanggil pejabat Kemenag yang mengetahui kasus dana BOS.

” Kami saat ini masih melakukan penyidikan saksi dari level bawah, jika nanti ada keterkaitan dengan level diatasnya maka tidak menutup kemungkinan untuk memanggi level selanjutnya” Ujar AKP Imron Ermawan, disela – sela pemeriksaan di Mapolres Bogor Senin 24/10.

Ditambahkannya hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, karena belum semua saksi diperiksa, Kemungkinan pemeriksaan saksi – saksi ini akan dilakukan secara marathon.

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bogor Suhendra menjelaskan sebenarnya kasus ini sudah diperiksa BPKP dan dinyatakan harus mengembalikan uang yang diduga diselewengkan.

Kementrian Agama Kabupaten Bogor akui adanya dugaan penyelewengan dana BOS. Oktober 28, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
add a comment

Kasus penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah Madrasah Salafiah yang saat ini sedang disidik Satuan Reserse Kriminal – Satreskrim Polres Bogor terus dilakukan pengungkapannya. Seperti diberitakan sebelumnya polisi mensinyalir ada penyimpangan dana BOS di Kementrian Agama Kabupaten Bogor selama kurun waktu 2006 – 2010 yang mencapai kerugian 500 juta Rupiah.

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bogor Suhendra mengaku baru mengetahui kasus itu saat sudah disidik Kepolisian karena saat berlangsungnya masih menjalani tugas di Karawang.
Secara prinsip Kemenag mendukung adanya pengungkapan dugaan itu yang saat ini sudah masuk ranah hukum, sehingga tidak akan menghalangi jalannya penyidikan.

” Saya tidak tahu secara pasti kasus itu saat kejadian itu saya masih tugas di Karawang” Tandasnya.

Lebih lanjut menurut Suhendra berdasarkan pengetahuannya selama ini kasus itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dengan hasil harus mengembalikan uang yang diduga diselewengkan.
” Sudah ada pemeriksaan dari BPKP yang menyatakan harus dikembalikan uang itu” Ujarnya

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ermawan menjelaskan masih melakukan pemeriksaan saksi – saksi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap dugaan itu. Hingga saat ini dalam tahap penyidikan sudah 2 saksi yang diperiksa dari staff Kemenag Kabupaten Bogor, Sedangkan dalam tahap Penyelidikan sudah ada 8 saksi. Nantinya kedepan akan dilakukan pemeriksaan lagi sebanyak 10 orang saksi dari pihak terkait seperti Kemenag setempat dan Madrasah Salafiah serta PT Pos yang menyalurkan dana Bos itu.