jump to navigation

akademisi Bogor kecewa sikap Presiden SBY tentang bibit candra. November 25, 2009

Posted by sonasnews in berita utama, Sonas News Today.
Tags: , , , ,
trackback

Puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Bogor menggelar aksi keprihatinan sikap Presiden SBY yang tidak melanjutkan kasus Wakil Ketua Non Aktif KPK Bibit Samad Rinato dan Chandra M Hamsyah ke pengadilan.  Dalam pidato kenegaraannya Presiden SBY menjelaskan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia maka mengambil langkah tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Bogor Bambang Pria Kusuma mengaku kecewa dengan sikap Presiden yang mengambangkan kasus itu terlebih ini merupakan test keseriusan pemerintah untuk memberantas korupsi dan penegakan hukum.  Jika sikap Presiden tetap tidak tegas maka dikhawatirkan akan ada ketidak percayaan terhadap setiap keputusan yang diambil orang nomer satu di Indonesia. Menurut Bambang Pria Kusuma jika kasus Bibit – Candra masuk kedalam peradilan maka akan jelas siapa yang sebenarnya bersalah.

Seruan penyelesaian kasus itu dipengadilan juga diseruan Pengamat Politik Unversitas Juanda Beddy Irawan. Menurutnya masyarakat Indonesia bisa memantau perkembangan kebenaran kasus penyuapan, Jika kemudian diketahui keduanya tidak bersalah maka bisa diberikan rehabilitasi nama baik. Kedua akademisi itu juga mendesak kasus Bank Century dapat diselesaikan karena jika berlarut – larut bisa kembali menjadi Preseden buruk penegakan hukum di Indonesia serta reposisi penegak hukum, Polri, KPK dan Kejaksaan Agung.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: