jump to navigation

Tangisan ibu korban penganiayan di Kampus STSN langsung pecah setelah Hakim PN Cibinong memvonis terdakwa hanya 5 bulan penjara. Mei 5, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Sidang kasus penganiyaan mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara – STSN Wisnu Anjar Kusumo dengan terdakwa Neo Fajar  berakhir setelah Majelis Hakim PN Cibinong memvonis terdakwa 5 bulan penjara.  Dalam amar putusannya Hakim yang diketuai Sudaryadi menyatakan terdakwa hanya terbukti menimbulkan luka memar dan lecet, serta tidak terbukti menyebabkan kematian korban.  Sehingga terdakwa hanya melanggar pasal 80 ayat 1 Undang – undang nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.  Padahal sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menyatakan terdakwa bersalah dan harus diganjar hukuman 5 tahun penjara.  Menurut Sudaryadi hal yang memberatkan terdakwa, hanya menyebabkan korban menderita luka di beberapa anggota tubuh, sedangkan yang meringankan terdakwa masih muda dan bersikap sopan selama dalam persidangan.

Sementara  Ibu Korban – Endang Kusmanto mengaku kecewa setelah mendengar putusan hakim tersebut, terlebih adanya surat pernyataan anaknya tidak akan menutut jika terjadi sesuatu.  Jika mengetahui hal itu sejak awal, tidak mungkin mengizinkan anaknya bersekolah di STSN.
Sedangkan mengenai tindakan hukum yang akan ditempuh, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan banding atau tidak.

Menurut  Pengacara terdakwa – Lava, kemungkinan banding akan ditempuh, karena merasa kliennya tidak bersalah sama sekali.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: