jump to navigation

Tiga orang warga Kampung Pasir Eurih, RT 05/09, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor tewas di dalam sumur sedalam 12 meter, Juli 15, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Dadang, 30, Usup, 42 dan Muhidin, 55, masih dalam satu ikatan keluarga. Dadang merupakan menantu dari Muhidin dan Usup adalah ipar dari Dadang.

Informasi dihimpun menyebutkan, peristiwa naas tersebut terjadi saat ketiganya hendak mengambil air dengan menggali sumur kemudian disedot menggunakan mesin water pam. Untuk memudahkan pekerjaannya, mereka turun ke dalam sumur menurunkan mesin tenaga diesel tersebut.
Diduga kekurangan oksigen dan air didalam sumur tersebut mengandung gas beracun, Usup yang turun pertama kali tiba-tiba lemas, disusul oleh Dadang dengan maksud menolongnya. Setibanya didalam sumur, Dadang juga mengalami hal serupa.
Melihat kondisi menantu dan saudaranya lemas, Muhidin yang berada diatas sumur, berusaha menolongnya. Namun alangkah malangnya, Muhidin pun akhirnya tak bisa bergerak dengan badan lemas hingga akhirnya masuk ke dalam sumur.
“Saat itu, saya kaget mereka tidak ada suara sama sekali. Khawatir kalau saya masuk juga bakal terjadi sesuatu. Saya akhirnya meminta tolong warga sekitar,” ujar Margono, mandor proyek penggalian sumur yang menyaksikan kejadian tersebut langsung meminta pertolongan warga sekitar.

Mendapat informasi tersebut Atang bersama warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Babakan Madang. Kapolsek Babakan Madang, AKP Ipik Kusmana mengatakan evakuasi di bantu Tim Search And Rescue (SAR). “Ketiganya berhasil dievakuasi sekitar pukul 10:00 WIB, dengan kondisi sudah tak bernyawa,” jelasnya.

Pihaknya, menduga ketiganya lemas karena sumur tersebut dalam kondisi hampa udara dan diduga sumur tersebut mengandung gas beracun. “Untuk sementara kami menyimpulkan ini kejadian kecelakaan. Diduga air disumur itu mengandung gas beracun,”katanya.

Kendati demikian, lanjut Ipik, pihaknya tetap melakukan penyelidikan atas tersebut. Hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi, mereka adalah Margono, sang mandor dan Darsono yang merupakan pemilik vila.

Sementara menurut informasi yang diperoleh, ketiga korban disuruh menguras air sumur oleh mandor villa, karena airnya sudah kotor. Dan jika tidak melakukan perintah tersebut, mereka tidak akan mendapatkan upah penggalian sumur yang sebelumnya mereka kerjakan sedalam 12 meter.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: