jump to navigation

Penertiban bangunan liar di Limus Nunggal Cileungsi Bogor berakhir ricuh. Juli 19, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Eksekusi sebuah bangunan semi permanen yang diduga dijadikan tempat ibadah oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kampung Bakom, RT 01/04, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berlangsung ricuh, kemarin.
Akibatnya 11 orang warga, anggota Satpol PP, dan kepolisian Kabupaten Bogor mengalami luka-luka terkena lemparan batu dilokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan Raya Narogong Bogor-Bekasi.
Kericuhan tersebut sudah diprediksi sejak awal, sebab sebelum ratusan Satpol PP datang ke lokasi sudah banyak warga yang menjaga bangunan ruko seluas 500 meter. Bahkan, pintu masuk ke halaman sudah dihalangi oleh sebuah truk tronton B 9287 VI.

Situasi semakin memanas saat petugas Satpol PP bersama anggota kepolisian melaksanakan eksekusi. Sehingga sempat terjadi pelemparan batu kearah petugas, sehingga upaya pembongkaran sempat dihentikan. Petugas Pol PP, polisi dan Muspika Cileungsi melakukan pembicaraan dengan warga yang menjaga bangunan semi permanen tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan bahwa eksekusi yang dilakukan karena telah terjadi penyalahgunaan ijin. Ijin yang ada untuk bangunan tersebut adalah untuk perkantoran. Sementara, kenyataanya dipergunakan untuk kegiatan peribadatan.

Dalam pertemuan tersebut sempat terjadi ketegangan, karena masing-masing pihak merasa takbermasalah. Bahkan, warga menyatakan belum pernah menerima surat teguran. Sedangkan Satpol PP menyatakan telah mengirimkan surat teguran.

Setelah diberi penjelasan, pada pukul 11.00 Wib kembali dilakukan eksekusi. Upaya eksekusi kembali mendapat perlawanan dari ratusan warga. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginan petugas Pol PP melakukan pembongkaran. Meski di tengah terjadi hujan batu, upaya pembongkaran terus dilakukan.

Bangunan yang dijadikan sebagai rumah ibadah seketika bisa dirubuhkan, karena bangunannya terdiri dari bambo serta papan dan tidak permanen. Dengan menggunakan alat sederhana, petugas berhasil membongkar bangunan tersebut. Kemudian, untuk merobohkannya, bangunan tersebut diseret dengan mengunakan truk Pol PP.

Kepala Sat Pol PP Kabupaten Bogor Dace Supriadi mengatakan, pembongkaran bangunan itu sudahsesuai ketentuan. Sebab telah terjad penyalahgunaan ijin. “Sesuai aturan, kalau dilakukanpenyalahgunaan ijin, maka harus dibongkar,” katanya.

Dalam eksekusi tersebut, tampak sejumlah orang diamankan oleh aparat kepolisian, karena diduga sebagai pemicu terjadinya kericuhan. Sejumlah orang tersebut dibawa ke Mapolsek Cileungsi.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Cileungsi Iptu Victor Ingkriwang mengatakan kericuhan tersebut dipicu lantaran warga sekitar tidak setuju jika bangunan tersebut dibongkar. “Dalam kericuhan tersebut kami sudah mengamankan 10 orang yang diduga provokator,” jelasnya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: