jump to navigation

Bupati Bogor Rahmat Yassin melarang guru ringan tangan kepada siswa didik. Juli 24, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Maraknya aksi kekerasan dalam sekolah menjadi perhatian Bupati Bogor Rahmat Yassin dalam peringatan hari anak nasional kali ini. Hal itu karena anak harus diberi kebebasan berpikir dan bertingkah laku. Jika sedikit – sedikit main pukul maka akan berdampak buruk bagi perkembangan mental anak kedepannya, sehingga bukan mustahil banyaknya tindak kekerasan seperti tawuran pelajar dipicu perilaku dari pendidik mereka. Menurut Rahmat Yassin senakal apapun murid jangan sampai menjadi alasan guru untuk menghukum dengan kekerasan, sebab masih banyak cara lain yang lebih mendidik yang sekaligus memberi contoh kedisplinan seperti hukuman skot jump atau push up.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Setempat Didi Kurnia menjelaskan seluruh tindakan kekerasan dan penelantaran siswa sudah tidak boleh ada lagi diwilayah kerjanya. Sebab seluruh anak Indonesia berhak menikmati masa sekolah dengan perilaku yang wajar. Pihaknya akan mengawasi kepada guru yang masih melakukan tindakan kekerasan. Guru harus memahami mendidik harus dengan ketegasan bukan kekerasan.

Bila guru sudah  meninggalkan cara cara ringan tangan maka murid tidak akan merasa tertekan berada disekolah dan dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan tenang.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: