jump to navigation

Polres Bogor, akan terus menelusuri keberadaan pabrik Miras oplosan, menyusul digerebegnya tempat pembuatan barang serupa di Gunungsindur. Agustus 5, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Penggerebekan pabrik Minuman Keras – Miras oplosan di Kampung Citeureup Desa Pabuaran Gunung Sindur Kabupaten Bogor membuat Tim gabungan Satuan Narkoba dan Reserse Kriminal Polres Bogor lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran barang haram. Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Luki B Irawan mengatakan saat ini pihaknya masih memburu pemilik pabrik miras  yang diperkirakan beromset ratusan juta rupiah.   Polisi  sudah meminta  keterangan dari  pegawai  pabrik berinisial B.U dan I.K. Berdasarkan keterangan awal,  pemilik pabrik berasal dari Tanggerang Banten dan baru beroperasi sekitar 1 bulan.  Menurut  keterangan B.U dan I.K, miras oplosan tersebut, diedarkan ke wilayah jabodetabek.


Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Luki B Irawan, mengingatkan  masyarakat agar mewaspadai  peredaran minuman keras oplosan  karena bukan saja  berdampak buruk bagi kesehatan, namun   berakibat fatal hingga menyebabkan kematian bagi yang mengkonsumsinya seperti terjadi disejumlah daerah.

Modus Operandi yang dilakukan tersangka mencampurkan semua zat kimia berbahaya seperti pewarna kue ke dalam Alkhohol murni. Dari Tempat kejadian, Polisi menyita 30 Dus berisi 68 botol, 100 liter alkhohol oplosan dan 1 pak cukai palsu serta 22 jerigen alkhohol murni. Seluruh barang bukti   akan langsung dimusnahkan begitu proses hukum selesai.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: