jump to navigation

Warga Bogor resah dengan adanya isu peredaran daging oplosan dan glonggongan di pasaran. Agustus 9, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Meski Bupati Bogor telah memberantas peredaran daging oplosan dan glonggongan tetapi warga masih meresahkan adanya isu komoditas itu di pasaran. Salah seorang ibu rumah tangga asal Babakan Madang  Sulastri mengaku selalu berhati–hati dalam membeli daging khususnya di pasar. Selama ini dirinya membeli di pedagang langganannya di Pasar Tradisional Citeureup dan seakan tidak mau pindah membeli ke penjual lain, sebab takut mendapat daging yang tidak layak.


Menyikapi kondisi itu salah seorang penjual daging Rizki mengatakan isu daging oplosan dan glonggongan memang kerap muncul setiap  memasuki moment tertentu seperti menjelang puasa dan lebaran. Guna memberi rasa aman, semua pedagang sepakat tidak akan menjual komoditas tersebut karena bila ada satu orang saja yang menjual, maka akan merusak nama baik seluruh pedagang dan bisa mengakibatkan tidak ada lagi pembeli yang berbelanja di pasar itu.


Menurut Rizki ada ciri-ciri yang harus diketahui pembeli dalam memilih daging yang bagus, diantaranya tidak berbau busuk, berwarna merah khas dan tidak lembek serta kering. Guna memeberikan rasa aman kepada pembeli, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Udin Syamsudin menegaskan akan terus memantau peredaran daging dan komoditas kebutuhan masyarakat lainnya. Pemantauan termasuk pergerakan harga yang biasanya mengalami lonjakan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: