jump to navigation

Dinas Peternakan dan perikanan Kab Bogor dan IPB menghimbau daging kurban tidak dimasukan dalam kantong kresek hitam. November 16, 2010

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Upaya mencegah penularan penyakit antraks terus dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan – DISNAKAN Kabupaten Bogor dan IPB saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Di Kabupaten Bogor sendiri ada 10 daerah endemis antraks, diantaranya citeureup, Babakan Madang, Jonggol, Cileungsi dan Gunung Putri yang terus diawasi. Kepala Bidang kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Bogor Ramillah Nasution mengatakan, hewan ternak sebelum dan sesudah dipotong harus memperhatikan cara pemotongan hingga penyajiannya. Darah hewan kurban harus ditampung di lobang sedalam 1 meter dengan diameter 1,5 meter untuk maksimal 10 hewan dan harus dikubur dengan menaburkan tawas.

Sementara itu, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB Yusuf Ridwan  mengimbau masyarakat tidak menggunakan kantong kresek hitam karena ada zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging kurban dan bisa menyebabkan kanker. Masyarakat sebaiknya menggunakan kantong putih atau transparan.

Pada sisi lain, warga pun diminta memasak daging kurban hingga matang terutama pada bagian jeroan dan hati atau kaki. Sedangkan untuk memastikan semua hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyebar 110 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan ke semua daerah endemis antrax dan padat penduduk.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: