jump to navigation

Pemkab Bogor, tahun ini kembali rancang renovasi 3000 rumah tidak layak huni – RTLH. Januari 9, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Setelah sukses meluncurkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni – RTLH yang tahun lalu berhasil membangun 2000 unit, kali ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor kembali menggulirkannya. Hal itu sesuai janji Bupati Bogor Rahmat Yassin yang secara bertahap membenahi tempat tinggal masyarakat tidak layak huni yang hingga tahun 2013 direncanakan bisa merenovasi 14000 unit. Program tersebut sempat mendapat sambutan hangat Wakil Presiden Budiono pada puncak kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Sentul belum lama ini. Menyikapi hal itu, Dinas Tatabangunan dan Permukiman Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan pembangunan rumah tidak layak huni – RTLH, seperti dikemukakan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Anwar Anggana yang tahun ini akan membangun 3000 unit. Saat ini pihaknya terus melakukan persiapan sambil menunggu surat keputusan Bupati dan pencairan dana APBD. Selain itu pengecekan dan validasi  fisik bangunan yang akan direnovasi juga terus dilakukan oleh petugas dilapangan sedangkan data yang dipergunakan dinas berupa usulan warga dalam musrenbang desa dan kecamatan, sehingga nantinya  ada 3 desa di setiap kecamatan yang akan mendapat program RTLH. Tahapan berikutnya dinas bersama perangkat muspika dan desa akan memanggil pemilik rumah untuk dilakukan sosialisasi. Menurut Anwar Anggana, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dalam 2 periode, bulan mei dan juni serta september hingga november masing – masing 1500 unit; sedangkan agustus, pembangunan terhalang bulan puasa dan lebaran.


Dalam pembangunan RTLH itu pemkab
Bogor juga akan melobi Kementrian Perumahan Rakyat dan Kementrian Sosial serta pihak swasta untuk dapat membantu menambah rumah yang direnovasi.

Komentar»

1. nurhayati - Mei 12, 2011

Program ini sangat bagus sekali, semoga dapat diikuti oleh Pemda yang lain. Namun dalam pelaksanaannya dilapangan terutama dalam menyaring warga yang berhak untuk mendapatkan progran RTLH, perlu pengawasan. Karena tidak jarang – sama juga kasusnya untuk BLT & Raskin- aparat2 mengutamakan hub kekerabatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: