jump to navigation

Ratusan pekerja perusahaan asing Dae Dong di Ciawi tidak mendapat gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten Bogor. April 7, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Buruh di Kabupaten Bogor kembali mendapat perlakuan sewenang – wenang dari pihak perusahaan. Kali ini sekitar 600 pekerja pabrik tektil milik pengusaha asal Korea Selatan tidak mendapat gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten Bogor – UMK sebesar 1,1 Juta Rupiah. Menyikapi hal itu, Komisi D DPRD Kabupaten Bogor kata ketuanya Sumarli, langsung mendatangi PT Dai Dong yang berlokasi di kawasan Ciawi itu. Sontak saja saat mendatangi perusahaan tersebut kemarin, pihaknya tagas Sumarli tercengang saat mendapatkan fakta, sebagian besar pekerja hanya mendapat upah 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Seharusnya perusahaan mematuhi UMK yang telah disepakati Dewan Pengupahan, meski memang ada masa penangguhan, namun itu sudah berlalu sementara pekerja masih tidak mendapatkan hak normatif, bahkan pekerja yang memperoleh Jaminan Sosial Tenaga Kerja – Jamsostek hanya dalam hitungan jari. Melihat fakta tersebut, Sumarli menilai perusahaan sangat tidak manusiawi dan perusahaan milik warga negara Korea Selatan dinilainya sering bertindak sewenang–wenang.

Olehkarena itu, pihaknya tutur Sumarli akan membahas permasalahan tersebut secara mendalam dengan memanggil Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan untuk meminta penjelasan resmi. Bila terbukti bersalah, perusahaan tersebut bisa dibekukan ijin usahanya.

Sementara itu, di PT Honoris masih di kawasan yang sama, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bogor mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan, bahkan menurut ketuanya Sumarli, dilecehkan karena disuruh pergi lagi dengan alasan tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya. Atas kejadian tersebut, dewan kata Sumarli akan juga memintai penjelasan pihak perusahaan dalam 14 hari kedepan.

Komentar»

1. memang eror - Juni 17, 2011

memang dikere wae

karunya nu gawe

dijien kuda

daeong gelo

2. Gita Rubianti Hamdani - Agustus 23, 2011

gimana mau ngebelain tenaga kerja kita di negeri orang, di negeri sendiri aja hak2 mereka ga terpenuhi, deportasi aja sih yang ngelecehin bangsa kita di negeri kita sendiri!

3. handy - Oktober 8, 2011

lebih bagus cie di tindak secepatnya. kasian karyawan yang membutuhkan selalu diperbuat sewenang-wenang… ampe gajih lemburan aj ga full…. sistem “kere” segala….

4. Handy - Januari 19, 2012

gimana ini dai dong ciawi masih menjajah,,,,,, kenepa masih ada karyawan yang belum mendapat kelayakan, malah karyawan di suryh membual bahwa upah yang diterima 1juta lebih. padahal upah yang diterima hanya 500.000,-an. masa iya g bisa membela tenaga kerja di Negeri sendiri????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: