jump to navigation

Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan , sekitar TPA Galuga Cibungbulang. April 8, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Sorotan tajam terhadap kerusakan lingkungan di TPA Galuga Cibungbulang, itu, setelah Wakil Rakyat di Komisi C DPRD Kabupaten Bogor, melihat langsung  kondisi kerusakan lingkungan dan berbagai permasalahan di Tempat Pembuangan akhir-TPA Galuga  yang selama ini dikelola Pemkot Bogor

Selain Kerusakan lingkungan ,anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bogor , dalam kunjungan kerjanya  juga menyoroti sistem daur ulang sampah yang dinilai tidak menggunakan Sanitary land fild.  Menurut Ketua Komisi C DPRD setempat , Wawan Risdiawan, kondisi di sekitar TPA Galuga sangat memprihatinkan.Bahkan fasiltas kesehatan bagi warga sekitar sangat minim. Begitu pula infrastruktur Jalan ke lokasi TPA  rusak  bagaikan kubangan kerbau. Hal yang sama juga dilontarkan anggota Komisi C lainnya Khusnul Khotimah,  Menurutnya kedua pemerintahan Kota dan Kabupaten Bogor, dalam menyikapi kerusakan lingkungan di TPA Galuga untuk tidak saling tuding dan  saling menyalahkan.  Apabila berbagai permasalahan di TPA Galuga tidak ditangani serius, maka pihak legislatif DPRD Kabupaten Bogor akan mengkaji ulang proses perijinan terhadap TPA Galuga , terutama penyoal penambahan lahan  8 hektar yang dimohon oleh Pemkot Bogor.

Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor. Dari 13 hektar yang diperuntukan TPA Galuga, Sekitar  6 koma 7 hektar , sudah digunakan sebagai TPA oleh kedua pemerintahan Kota dan kabupaten Bogor  dengan volume pembuangan sampah  rata-rata 500 ribu/kubik setiap tahunnya.

Menyikapi Kondisi Assiten Tata Praja Pemkot Bogor Ade Syarif Hidayat mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan MOU tahap awal dilapangan, semua masukan itu akan menjadi masukan dalam pembahasan sebab permasalahan sampah harus mendapat penanganan segera.

Keberadaan TPA Galuga di Cibungbulang, memang melibatkan banyak pihak. Bahkan sekitar 800 pemulung sangat menggantungkan hidupnya dengan mengais sampah di TPA tersebut. Olehkarenanya, seorang warga disana, Murdani sangat berharap agar TPA jangan sampai ditutup karena menyangkut nasib kehidupan ratusan pemulung.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: