jump to navigation

Puluhan Setu untuk Irigasi pertanian di Kabupaten Bogor terancam kekeringan. September 18, 2011

Posted by sonasnews in Uncategorized.
trackback

Kondisi Setu dan Irigasi di Bogor masih mengalami kekurangan debir air walau hujan mulai membasahi beberapa daerah.

Pengamatan RRI dilapangan seperti pada Situ Tunggilis Cileungsi dan Situ Pojok Gunung Putri Serta Setu Cibinong sudah mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Dari keadaan itu lahan pertanian di Kabupaten Bogor juga terancam gagal panen bila pasokan air masih belum stabil.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan M Zairin mengatakan sebenarnya petani itu hanya terkena imbas dari ketidak benaran infrastruktur irigasi dan setu yang tidak bisa mengantisipasi perubahan atau anomali iklim dan itu berada di bagian pengairan. Sehingga mereka terancam gagal panen.

” Petani terkena imbas dari perubahan iklim yang menyebabkan irigasi dan setu kekurangan debit air”ujarnya

Untuk mengantisipasinya pihaknya sudah menyediakan mesin penyedot untuk mengairi sawah warga, Selain itu juga harus dicarikan sumber mata air baru seperti telaga atau setu agar bisa menjadi cadangan bila musim kemarau tiba.

Menanggapi kondisi itu Kepala Bidang Perencanaan Jalan Jembatan dan Irigasi Riana mengaku di daerahnya ada 93 setu yang sedang mengalami kekurangan debit air. Tetapi seberapa besar tingkat kekeringan masih dalam pemantauan dari pemeriksaan petugas di lapangan.

Untuk menambah atau menjaga debit air pada irigasi dan setu terutama didaerah pertanian, maka pihaknya akan pengerjaan pemeliharaan insfrastruktur jaringan irigasi, Selama ini yang menjadi tugas Dinas Binamarga dan Pengairan seperti pengerukan jika terjadi pendangkalan dan adanya kebocoran sisi irigasi. Sedangkan selebihnya merupakan kewenangan BPSDA Propinsi Jawa Barat untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
” Kita di Binamarga hanya pada bagian pemeliharaan saja sedangkan untuk perbaikan ada pada BPSDA Jawa Barat.” Tandasnya

Lebih lanjut ia juga menjelaskan untuk penyelesaian secara menyeluruh harus ada campur tangan semua pihak dari mulai perencanaan awal hingga pengerjaan dilapangan termasuk pengawasan dan pemanfaatannya. Sebab sebagian besar sawah di Kabupaten Bogor merupakan tadah hujan jadi bila tidak didukung Insfrastruktur memadai.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: